… jam 09:00 “THENG” nyampe kantor …
Pagi ini tiba-tiba terketuk untuk menulis (lagi) soal yang satu ini. Aku menganggapnya salah satu dari mukzizat Tuhan yang terjadi sama aku. Consciousness! Sadar diri! (…Fly away… :p)
Yang pertama, aku udah 34 tahun Januari kemaren. OMG! udah gak muda lagi alias UZUR!. Udah jadi Om-om. hihihi :p . Kadang mengingat beberapa menit, jam, hari, bulan, dan tahun lalu … aku masih memelihara sifat kekanakan yang berlebihan. Ngerasa sih iya tapi ngilanginnya ternyata lebih sulit dari pada berhenti merokok. whewww … Susah, ya?
Yang kedua, Aku harus selalu ingat untuk bersyukur kepada Tuhan. Untuk apa? Udara gratis, Nyawa gratis, Kesadaran gratis, Berbicara dengan Tuhan (aka berdoa) juga gratis, tertawa gratis – apalagi cuma tersenyum, punya rasa cinta dan sayang pun masih gratis. Kalau dengan alasan gak punya duit lantas gak bersyukur, apalagi meratapi diri sendiri yang bernasib jelek di dunia ini, jadi aneh, kan? Nancy (istriku) pernah ngebahas ini sama aku. Jangan minta duit sama Tuhan, karena Tuhan gak punya duit sama sekali (meskipun kaya bukan main). Gak bakalan ada suit segepok jatuh di depanmu dengan dilabeli “Untuk Andre Firstiant di tempat, dari Tuhan di Surga, dikirim via perusahaan jasa kurir Malaikat Gabriel“. Tapi Tuhan punya ber-zilliun kesempatan baik yang dibagikan (lagi-lagi) gratis setiap saat buat kita – dengan syarat – kita mau mendengar kata-kata Tuhan. Itu saja. Ayo kita belajar mengungkapkan kata syukur dari dalam hati kita, dan bukan cuma di mulut saja (dan yang keluar karena sudah terbiasa ngomong begitu). Puji Tuhan.
Yang ketiga, Tuhan memang Maha Tahu, tapi kita masih harus menyampaikan keinginan kita pada-NYA. Itu syarat-NYA. Tuhan itu sangat menyayangi kita. Tuhan ingin kita selalu dekat dengan-NYA. Kita aja yang selalu menjauh dari-NYA. Iya nggak? Kita lebih merasa mampu mengerjakan semua permasalahan di dunia ini sendirian atau dengan bantuan orang lain. Coba ingat-ingat, kalau kita dapat suatu masalah – siapa orang yang kita pikir pertama kali buat mbantuin kita? Jarang banget kan yang kalo dapet masalah, langsung bersimpuh dan memohon pertolongan Tuhan? Padahal harusnya minta tolong Tuhan dulu untuk dipilihkan jalan yang “aman dan lancar” bagi kita, baru minta tolong ke orang lain. Atau ada juga yang begitu dapet masalah, langsung ‘ndeprok’ minta tolong Tuhan dan gak mau bangun karena menunggu Tuhan ’sendiri’ yang langsung datang menolong. hehehe … itu sih namanya ‘mencobai Tuhan’, ya nggak? So, begitu dapet masalah ‘ndeprok’-lah sebentar untuk minta jalan yang aman dan lancar serta direstui Tuhan, lalu bangkitlah berdiri dan berusahalah untuk menyelesaikannya (dengan bantuan orang lain kalo perlu).
Yang keempat, Tuhan tidak pernah berkata “Tidak!” atas semua permintaan kita. Jawaban Tuhan selalu positif untuk kita yaitu: “Ya! Terkabullah permintaanmu” atau “Jangan sekarang, ya?”. Jadi Tuhan tidak pernah menolak bahkan permohonan dari orang yang paling jahat sekalipun (kalo si jahat ini masih ingat Tuhan, lho?). Tapi kenapa ada yang tidak dikabulkan sekarang permintaannya? Tuhan pasti punya rencana lain buat kita. Ingat Tuhan tidak ingin kita sengsara atau punya masalah di dunia (bermasalah) ini. Tuhan tidak akan mengabulkan permintaan yang akan menjerumuskan kita ke masalah yang baru. Tuhan selalu menjaga kita agar akhir dari masalah ‘yang kita buat sendiri’ itu berakhir dengan baik. Tapi dasar kita manusia yang terbatas daya pikirnya, apa yang baik menurut Tuhan terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita mau atau baik menurut kita. Akhirnya kita bersungut-sungut dan kadang ‘menyalahkan’ Tuhan. Dan yang parah, kita akhirnya maju terus tanpa restu Tuhan dengan keinginan kita (dan akhirnya masalahnya berakhir parah atau menimbulkan masalah baru yang juga parah). Ingat, lho … Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita minta.
Yang kelima, yang terakhir, kita kadang gak sadar bahwa Tuhan selalu berbicara pada kita setiap saat, tapi kebanyakan kita menolak mendengarnya atau memang tidak mau mendengarkannya. Gak percaya? Nonton Bruce Almighty -nya Jim Carrey, gak? atau Bedazzled (lupa bintangnya siapa)? – di film Bruce Almighty bagian akhir, ada seorang pengemis yang menunjukkan papan atau karton dengan tulisan (lupa) tapi isinya adalah kata-kata Tuhan untuk Bruce yang pernah ‘jadi Tuhan’ (dan Tuhan sebenarnya lagi cuti :p). Yang di Bedazzled, ketika si tokoh utama di penjara – bertemu seorang ’saudara’ yang bicara tentang kebenaran Tuhan. Oke itu di film. Di dunia nyata? Aku sering banget mengalaminya hingga hari ini sejak aku mulai membuka telinga mendengarkan suara Tuhan, Paskah 2 tahun lalu (saat aku menerima anugerah sakramen penguatan/Krisma). Kalo lagi ngobrol sama seseorang, kita pasti ‘ngeh’ banget orang itu siapa dan gimana kapabilitasnya, kan? Kalo yang bicara sama aku orangnya pinter banget, mungkin itu adalah pengalaman dia sendiri yang di share sama kita. Tapi kalo tiba-tiba orang yang levelnya ‘belum sampai’ ke tahap itu tapi tiba-tiba ngomongin soal kebenaran Tuhan, itulah mukzizatnya. Nah, aku sering ‘diingatkan’ oleh kata-kata anakku! Anakku yang ‘baru’ kelas 2 smp ato yang baru kelas 5 SD ini tiba-tiba ngomongin sesuatu merupakan jalan keluar dari permasalahan yang aku dapet. Coba? Gak tiap saat sih emang, tapi aku menyadarinya sebagai ketidakmampuanku untuk mendengar kata-kata Tuhan. Satu lagi, saat aku di ‘lengser’ dari jabatanku sebagai jenderal toko buku diskon Togamas di Bandung, Mas Jerry (suaminya Anik Purwa – rekan kerja) menghadiahi aku dengan sebuntel buku-buku motivasi yang membantu aku supaya gak kena ‘Post Power Syndrome” (dan tetap menjadi “Mighty Morphin Power Ranger” .. hehehe). Aku melihatnya: Tuhan menggerakkan hati Mas Jerry agar menyampaikan kata-kata Tuhan yang ada dalam buku-buku tersebut untuk menghiburku agar jangan patah semangat dan yang paling penting Tuhan menyampaikan pesan bahwa Dia tidak meninggalkan aku yang sedang berada dalam kesusahan. Itu yang namanya mukzizat!!! That’s a miracle!!! Great God Jesus Christ!!! Itu bukti bahwa Tuhan cinta dan sayang banget sama kita manusia bodoh dan kurangajar ini…
Eh, aku dengar ada yang bilang ‘that’s only coincidence’ – cuma kebetulan saja. Buat aku yang penggemar film sci-fi Matrix dan Star Wars, gak ada yang namanya ‘kebetulan’. Yang ada hanyalah ‘kebenaran’ (meskipun benar dan betul secara harafiah artinya sama). Aku memaknainya dengan kalimat ini: Tuhan itu ada dan selalu berada di sisi kita untuk menjaga dan membantu kita dengan cara-NYA yang misterius.
& Komentar
Tinggalkan komentar

Wah terlalu panjang pak untuk direnungkan. hehehe
Tapi oke juga untuk refleksi.
by the way aku kok angel yo menampilkan blogku? gak bisa liat halaman homenya.
Sori kalo aku nulis disini, krn sulit kontak sampeyan.
inipun rsanya dah lama gak diupdate yah….
anto bm
Salam kenal juga mas Firstiant, btw kok tau si Mas namaku Neri???
Wah..wah.. HRD managernya Toga Mas ya??? Sebagai pengunjung Toga Mas, acungan satu jempol buat sampeyan, soalnya karyawan store’nya baik-baik dan ramah-ramah, g salah nge-rekrut, GOOD JOB!
::Neen::
Ouuwwww … itu sih udah cerita lama, deh … (The HRD Thing).
Yang sekarang udah jadi “pelayan” kafe di Kafe DeNine, Diponegoro.
udah gak jadi HRD lagi …
Oya, salam kenal juga.
Happy Birthday 24 January 2009,
Ga tau neh musti nulis dimana. Udah bolak n balik ke halaman sono n sini gak nemu page yang pas. So, ndhek kene ae wis, kesuwen hehehe… Oy, tmasuk q kontak by phone jg susah.
Rasanya c gak bisa banyak omong lagi kalo baca renungan di atas. Apakah itu masih renungan yang sama tahun lalu. Mmmm… rasanya dah diupdate y.
Luar biasa bung!
Sungguh suatu mukjizat buat Anda untuk bisa merenungkan sejauh itu dan mampu menjalaninya serta beroleh anugerah darinya.
Selamat Ulang Tahun, n sukses.
Biarin juga telat hehehe…